Selasa, 27 Februari 2018

ICW: Korupsi APBD oleh Kepala Daerah Terjadi Paling Banyak di 2017


Indonesia Corruption Watch (ICW) meneliti tren penindakan kasus korupsi pada 2017 oleh KPK, kejaksaan, dan Polri. Hasilnya, ICW menemukan, dana APBD paling banyak dikorupsi oleh kepala daerah.

"Sepanjang 2017, 30 kepala daerah, yang terdiri atas 1 gubernur, 24 bupati/wakil bupati, dan 5 wali kota/wakil wali kota telah menjadi tersangka kasus korupsi. Mereka terlibat dalam 29 korupsi dengan kerugian negara Rp 231 miliar dan nilai suap Rp 41 miliar," kata Koordinator Divisi Investigasi ICW Febri Hendri dalam keterangannya yang diterima, Selasa (20/2/2018).

Minggu, 07 Januari 2018

Pembagian Uang Operasional dan Jaket Paguyuban RT - RW



Pembagian Uang Operasional dan Jaket Paguyuban RT - RW, Dilaksanakan pada hari sabtu, tanggal 6 Desember 2018, bertempat di kantor Desa Sekarsari, pada jam 19.30 s/d 21.30 WIB
Proses pembagian berjalan lancar tanpa ada kendala.

Pengurus harian mendapatkan amanah untuk membagikan uang operasional sebesar 13.715.000,- yang merupakan hak dari 30 anggota paguyuban. Selain pembagian uang operasional, pembagian jaket paguyuban juga dilaksanakan.

beberapa pembahasan tentang kondisi terkini mewarnai pertemuan pada malam itu, termasuk berpulangnya salah satu anggota Paguyuban.

Pelantikan Sekdes Baru Desa Sekarsari

Pelantikan Sekdes Baru Desa Sekarsari



Proses pelantikan sekretaris desa Sekarsari dilaksanakan pada bulan desember tahun 2017, sebagai bentuk tindak lanjut dari peraturan pemerintah yang menarik sekretaris desa lama ke tenaga administrasi pemerintah kabupaten.

untuk menggantikan posisi sekretaris desa yang lama (Sudiarto) maka ditunjuklah kepala dusun Deresan (Sukarsi) untuk menggantikan posisi Sekretaris Desa.

Pelantikan berjalan lancar, dan semoga ke depan Sekretaris Desa yang baru mampu melaksanakan tugasnya dengan lebih baik dan maksimal.

Rabu, 13 Desember 2017

Uang Rp.5000,- Itu Lebih Berharga Daripada Rumah dan Ruko

Pagi itu terasa sejuk, kabut masih enggan beranjak, setelah semalaman ia mengemas wajah bumi. Tetesan embun di dedaunan masih sibuk berjatuhan, suara burung bersahutan, meneruskan nyanyian sang jantan di penghujung malam.

Istriku masih sibuk di dapur, menyiapkan sarapan pagi seadanya. sementara si kecil menemaniku menyiapkan berbagai kelengkapan yang nanti akan kubawa untuk menjemput rezekiNya. Barang barang yang dibutuhkan untuk service satu per satu masuk ke dalam tas punggung yang biasa kubawa kerja.

Sampai akhirnya suara istriku memecah konsentrasi.

“Abi, Makan dulu, sarapan sudah siap”
Bergegas aku gendong si kecil menuju dapur, menyusul seruan istriku untuk memenuhi tuntutan perut yang sedari tadi sudah berdemonstrasi.

“Ada makanan apa mi ?”

“Alhamdulillah ada nasi, sambal terasi dan tempe goreng”
Aku lihat ada sambal, 2 piring nasi dan 3 potong tempe goreng. Tangan istriku bergerak, memberikan 2 potong tempe goreng ke piring nasi ku, dan 1 potong ke piringnya. Benakkupun terusik. Maka aku berikan sepotong tempe itu ke piringnya, tp dia menolaknya dan meletakkan kembali tempe itu ke piringku. Akhirnya akupun bertanya

“Umi cukup makan dengan sepotong tempe”
“Alhamdulillah, insyaAllah cukup bi, abi saja yang makan banyak, hari ini abi kerja, butuh tenaga lebih”
“Ya sudah, mari makan, disyukuri saja apa yang ada sekarang, insyaAllah nanti Allah akan ganti dengan yg lebih baik”
“Aamiin” sahut istriku.
Selesai makan, aku kembali ke tas ransel kerjaku, menyiapkan beberapa barang yang tadi belum sempat aku masukkan kedalam tas. Setelah semuanya selesai, maka aku bergegas mengambil helm dan menuju ke motorku...

Si kecil sudah sibuk di samping motor, krn kebiasaannya, setiap aku mau berangkat kerja, si kecil minta naik motor dulu, jalan beberapa puluh meter kemudian kembali ke rumah. Saat motorku tiba di depan rumah, istriku sudah ada disitu, memberikan hp, dompet dan mengambil si kecil dari motor. Kemudian bertanya.

“Abi, uang didompetnya kosong ?” akupun menjawab
“Iya tidak apa apa, bensin motor masih cukup untuk pulang pergi ke tempat tujuan”
Istrikupun menjawab
“Uang belanja umi juga sudah habis bi, ini sisa Rp.5.000,-. Abi saja yang bawa, takutnya nanti di jalan butuh sesuatu”

Kupandangi istriku, rasanya ingin menangis saat itu, tapi aku tahan, karena aku harus segera berangkat kerja. Aku hela nafas dalam dalam..
“Mi... InsyaAllah nanti abi akan bawa uang, nanti abi akan bawakan ayam goreng untuk makan siang kita, abi berangkat dulu”
“Aamin... iya  hati hati”
“Assalamualaikum”
“Waalaikumsalam”

Di tengah perjalanan aku berfikir, jika hari ini uang tagihan service tidak bisa cair, aku akan jual HP. Pokoknya hari ini aku harus belikan ayam goreng untuk istriku. Aku akan ganti uang belanja istriku. Dan suatu saat nanti, jika Allah mudahkan rezki, uang Rp.5.000,- ini akan aku ganti ribuan kali lipat. Tak terasa, di tengah berkecamuknya fikiranku, air mataku menetes. Doa-doa selama perjalanan tak henti hentinya terucap dalam hati. Berulang kali kalimat “Berikan kesempatan aku menggantinya ya Allah” bergema dalam fikiranku.

<<< ========= >>>

Hasil pekerjaan hari ini jauh dari perkiraan, semua tagihan bisa cair bahkan aku menerima bonus dari salah satu instansi pemerintah karena berhasil memperbaiki komputer yg penuh dengan data penting tanpa ada data yang hilang. Beberapa ratus ribu aku dapatkan hari ini, hasil yang sangat besar bagiku saat itu.

Bergegas aku membereskan barang barangku, mencari warung dan membeli 2 bungkus nasi serta beberapa potong ayam goreng, tak sabar rasanya untuk segera pulang dengan membawakan ayam goreng untuk istriku.

Beberapa menit sebelum dzuhur aku sampai di rumah, aku serahkan nasi, ayam goreng dan semua uang yang aku dapatkan hari ini untuk istriku. kemudian aku bergegas ke masjid.

Sepulang dari masjid, makanan sudah disiapkan oleh istriku, kita makan berdua saja, karena si kecil sedang tidur.

“Uangnya sebagian di tabung ya bi, sisakan sedikit untuk modal nanti, kalau abi bisa menyediakan sparepart sendiri, kan gak repot kalau ada service-an” usul istriku
“Benar juga mi, siapa tahu nanti kita bisa punya toko komputer” sahut ku sambil nyengir  sebagai tanda kalau sebenarnya itu candaan saja, karena bagi kami waktu itu, toko komputer itu sesuatu yang sangat jauh untuk di jangkau.
“Aamiin” sahut istriku dengan serius.

<<< ========= >>>

Alhamdulillah, usaha yang aku jalani saat ini berkembang pesat, mulai dari tukang service panggilan, sedikit demi sedikit menyediakan sparepart komputer, hingga setahun kemudian kami memutuskan untuk menyewa bangunan toko yang ada di pinggir jalan raya.

Kurang dari setahun kami menyewa toko, ada yang datang ke tempat kami menawarkan tanah yang lumayan luas, lokasinya tidak jauh dari bangunan toko yang kami sewa. Alhamdulillah saat itu Allah titipkan rezeki, hingga kami bisa membeli tanah itu dan kami putuskan tidak memperpanjang sewa toko yang sebentar lagi jatuh tempo. Uang yang tersisa kami gunakan untuk membangun sebuah ruko dan akhirnya sebuah “Toko Komputer” yang beberapa tahun lalu sepertinya mustahil bisa kami wujudkan bisa kami miliki. Jika Allah berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin.

Saat pengurusan surat surat tanah dan bangunan toko, aku teringat akan uang Rp.5.000,- istriku. maka dengan mantap hati, surat surat tanah dan bangunan toko komputer aku urus atas nama-kan istriku.

Beberapa tahun kemudian, Alhamdulillah kami bisa beli tanah lagi, aku bermaksud membangun gudang barang, karena di toko sudah terlalu sesak dengan barang dagangan. Tapi dengan berbagai pertimbangan, akhirnya kami membangun sebuah rumah, membangun rumah lagi yang InsyaAllah nanti akan jadi tempat usaha toko OL, rumah minimalis 2 lantai. Saat pengurusan surat surat tanah, akupun teringat kembali dengan uang Rp.5.000,- itu, dan rumah itupun sekarang atas nama istriku.

Mungkin istriku sudah lupa dengan rentetan kejadian ini, tentang uang Rp.5.000,- tentang masa masa sulit bersamaku, tapi aku tak akan pernah melupakannya. Aku sadar sepenuhnya. Toko, rumah, tanah yang aku berikan untuk istriku, tidak akan bisa menggantikan ketulusan istriku. Tapi disini aku hanya ingin selalu bisa mengingat, bahwa Allah mendengar doa doa kita, Allah wujudkan doa dan harapan kita dengan caraNya, dan Allah akan gantikan ketulusan kita dengan jumlah yang tak ternilai.

Idris A








Selasa, 21 November 2017

PERANG - DAGANG

Berperang bukan sekedar berperang, karena berperang itu ladang ibadah.
Berdagang bukan sekedar berdagang, karena berdagang itu ladang ibadah.

Dalam berperang kita diperintahkan untuk matang dalam perencanaan.
Perencanaan bukan untuk sekedar meraih kemenangan, tapi sebagai suatu bukti kesungguhan dalam beribadah kepadaNya.

Dalam berdagang kita juga harus memiliki perencanaan.
Perencanaan kita buat bukan sekedar untuk memaksimalkan keuntungan, tapi lebih pada bukti kesungguhan kita dalam beribadah kepadaNya.

Rabu, 15 November 2017

Secangkir Kopi Dan Segelas Arak


Ok... episode kali ini, lanjutan dari yang kemaren "KLARIFIKASI DAN PROKLAMASI ANTI SUAP" , jadi biar bisa faham, bacanya dari artikel klarifikasi dan proklamasi anti suap dulu ya... semoga bisa membawa manfaat, hikmah atau apa saja, yg penting bisa berguna... selamat menyimak..

Suap kecil di urusin yg besar dibiarkan..??!!
Bukan masalah besar dan kecilnya jumlah uang yg diberikan ataupun di terima, tp esensi dari huklum uang tersebut yg kita permasalahkan. Apa kalau hanya seidkit jadi halal..?? Kalian pikir sendiri saja...
Kemudian, yg besar tidak bisa saya jangkau, saya mencoba melakukan perubahan di masyarakat sesuai kemampuan saya, menyelidiki dan menangkap pejabat korup bukan kapasitas saya, mengajak mereka juga bukan sesuatu yg mudah bagi saya, karena untuk ketemu saja blm tentu bisa.. tapi semoga saja, dari sarana artikel di blog ini, ada warga masyarakat, petani, pedagang, polisi, tentara, pegawai atau bahkan pejabat yg mendapatkan hidayah untuk melakukan perubahan, mengakhiri tradisi suap menyuap.
Jadi intinya saya melakukan apa yg mampu saya lakukan, krn perubahan tidak harus dari atasan, gerakan moral dari bawah juga bisa menjadi pemicu perubahan besar.

Selasa, 14 November 2017

KLARIFIKASI DAN PROKLAMASI ANTI SUAP


KLARIFIKASI DAN PROKLAMASI ANTI SUAP
By : Agung Dwi Wibowo
Sebelum memulai bahasan tentang klarifikasi dan proklamasi, maka saya awali dulu dengan sedikit cerita tentang beberapa rentetan atau kronologi kejadian yang menjadi titik tolak pengambilan sikap yang “BERBEDA” dari pengalaman saya pribadi. Semua yang akan saya kemukakan merupakan suatu pendapat subyektif dari saya, jadi jika ada yang menilai saya tidak obyektif dalam menilai permasalahan ini, maka benar adanya.
Saya mulai terjun ke masyarakat secara langsung, semenjak saya pulang kembali ke desa, setelah beberapa tahun saya pergi untuk menempuh pendidikan di kota Malang.
Pada awalnya saya tidak mengetahui, bahwa kondisi yang berkaitan dengan suap menyuap ini begitu menggurita di tanah kelahiran saya. Segala sesuatu begitu terasa jauh dari idealisme yang saya pegang. Semua idealisme yang saya dapatkan, baik dari hasil belajar di pesantren maupun masjid tempat saya tinggal selama kuliah, begitu kental terasa bertolak belakang dengan realita yang terjadi dimasyarakat dimana saya dilahirkan. Kondisi semacam ini, tentu saya sangat memprihatinkan, terutama bagi saya pribadi, putra Asli Sekarsari, dimana bukan hanya saya dan ayah yang lahir disini, tetapi, kakek, buyut dan canggah (sebatas yg saya ketahui sampai canggah)dilahirkan dan dikebumikan di desa ini.

Welcome to my village

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Blog ini kami dedikasikan untuk perkembangan dan kemajuan desa kami tercinta : DESA SEKARS...