Tampilkan postingan dengan label Art & Act. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Art & Act. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Juli 2018

Lomba Gogo Lele dan Bakiak Tandem

Salah satu dari rangkaian kegiatan sedekah bumi, dukuhan dresan kidul ds. sekarsari tahun 2018 adalah lomba gogo lele dan bakiak tandem.
Lomba gogo lele, adalah lomba menangkap ikan lele di area yang telah disiapkan, terdiri dari kategori anak anak, wanita dan umum, dilaksanakan pad ahari sabtu, tanggal 30 Juni 2018. Pesertanya banyak dan sangat antusias... Ramainya melebihi pasar... hahaha....

LOMBA MAKAN KERUPUK, BALAP KARUNG, BALAP KELERENG, MASUKKAN PENSIL

Salah satu rangkaian acar alomba dalam rangka sedekah bumi dukuhan deresan kidul adalah makan kerupuk, lomba makan tapi tak bisa kenyang. hahaha....

disusul kemudian lomba balap karung, balapan tapi dalam karung
meriah banget euy.....

Rangkaian Kegiatan Sedekah Bumi

Rangkaian Kegiatan Sedekah Bumi
Dukuhan Deresan Kidul RW.03 Desa Sekarsari Kec. Sumber Kab. Rembang


Berbagai kegiatan yang dilaksanakan untuk memeriahkan sedekah bumi desa sekarsari antara lain :

Rabu, 13 Desember 2017

Uang Rp.5000,- Itu Lebih Berharga Daripada Rumah dan Ruko

Pagi itu terasa sejuk, kabut masih enggan beranjak, setelah semalaman ia mengemas wajah bumi. Tetesan embun di dedaunan masih sibuk berjatuhan, suara burung bersahutan, meneruskan nyanyian sang jantan di penghujung malam.

Istriku masih sibuk di dapur, menyiapkan sarapan pagi seadanya. sementara si kecil menemaniku menyiapkan berbagai kelengkapan yang nanti akan kubawa untuk menjemput rezekiNya. Barang barang yang dibutuhkan untuk service satu per satu masuk ke dalam tas punggung yang biasa kubawa kerja.

Sampai akhirnya suara istriku memecah konsentrasi.

“Abi, Makan dulu, sarapan sudah siap”
Bergegas aku gendong si kecil menuju dapur, menyusul seruan istriku untuk memenuhi tuntutan perut yang sedari tadi sudah berdemonstrasi.

“Ada makanan apa mi ?”

“Alhamdulillah ada nasi, sambal terasi dan tempe goreng”
Aku lihat ada sambal, 2 piring nasi dan 3 potong tempe goreng. Tangan istriku bergerak, memberikan 2 potong tempe goreng ke piring nasi ku, dan 1 potong ke piringnya. Benakkupun terusik. Maka aku berikan sepotong tempe itu ke piringnya, tp dia menolaknya dan meletakkan kembali tempe itu ke piringku. Akhirnya akupun bertanya

“Umi cukup makan dengan sepotong tempe”
“Alhamdulillah, insyaAllah cukup bi, abi saja yang makan banyak, hari ini abi kerja, butuh tenaga lebih”
“Ya sudah, mari makan, disyukuri saja apa yang ada sekarang, insyaAllah nanti Allah akan ganti dengan yg lebih baik”
“Aamiin” sahut istriku.
Selesai makan, aku kembali ke tas ransel kerjaku, menyiapkan beberapa barang yang tadi belum sempat aku masukkan kedalam tas. Setelah semuanya selesai, maka aku bergegas mengambil helm dan menuju ke motorku...

Si kecil sudah sibuk di samping motor, krn kebiasaannya, setiap aku mau berangkat kerja, si kecil minta naik motor dulu, jalan beberapa puluh meter kemudian kembali ke rumah. Saat motorku tiba di depan rumah, istriku sudah ada disitu, memberikan hp, dompet dan mengambil si kecil dari motor. Kemudian bertanya.

“Abi, uang didompetnya kosong ?” akupun menjawab
“Iya tidak apa apa, bensin motor masih cukup untuk pulang pergi ke tempat tujuan”
Istrikupun menjawab
“Uang belanja umi juga sudah habis bi, ini sisa Rp.5.000,-. Abi saja yang bawa, takutnya nanti di jalan butuh sesuatu”

Kupandangi istriku, rasanya ingin menangis saat itu, tapi aku tahan, karena aku harus segera berangkat kerja. Aku hela nafas dalam dalam..
“Mi... InsyaAllah nanti abi akan bawa uang, nanti abi akan bawakan ayam goreng untuk makan siang kita, abi berangkat dulu”
“Aamin... iya  hati hati”
“Assalamualaikum”
“Waalaikumsalam”

Di tengah perjalanan aku berfikir, jika hari ini uang tagihan service tidak bisa cair, aku akan jual HP. Pokoknya hari ini aku harus belikan ayam goreng untuk istriku. Aku akan ganti uang belanja istriku. Dan suatu saat nanti, jika Allah mudahkan rezki, uang Rp.5.000,- ini akan aku ganti ribuan kali lipat. Tak terasa, di tengah berkecamuknya fikiranku, air mataku menetes. Doa-doa selama perjalanan tak henti hentinya terucap dalam hati. Berulang kali kalimat “Berikan kesempatan aku menggantinya ya Allah” bergema dalam fikiranku.

<<< ========= >>>

Hasil pekerjaan hari ini jauh dari perkiraan, semua tagihan bisa cair bahkan aku menerima bonus dari salah satu instansi pemerintah karena berhasil memperbaiki komputer yg penuh dengan data penting tanpa ada data yang hilang. Beberapa ratus ribu aku dapatkan hari ini, hasil yang sangat besar bagiku saat itu.

Bergegas aku membereskan barang barangku, mencari warung dan membeli 2 bungkus nasi serta beberapa potong ayam goreng, tak sabar rasanya untuk segera pulang dengan membawakan ayam goreng untuk istriku.

Beberapa menit sebelum dzuhur aku sampai di rumah, aku serahkan nasi, ayam goreng dan semua uang yang aku dapatkan hari ini untuk istriku. kemudian aku bergegas ke masjid.

Sepulang dari masjid, makanan sudah disiapkan oleh istriku, kita makan berdua saja, karena si kecil sedang tidur.

“Uangnya sebagian di tabung ya bi, sisakan sedikit untuk modal nanti, kalau abi bisa menyediakan sparepart sendiri, kan gak repot kalau ada service-an” usul istriku
“Benar juga mi, siapa tahu nanti kita bisa punya toko komputer” sahut ku sambil nyengir  sebagai tanda kalau sebenarnya itu candaan saja, karena bagi kami waktu itu, toko komputer itu sesuatu yang sangat jauh untuk di jangkau.
“Aamiin” sahut istriku dengan serius.

<<< ========= >>>

Alhamdulillah, usaha yang aku jalani saat ini berkembang pesat, mulai dari tukang service panggilan, sedikit demi sedikit menyediakan sparepart komputer, hingga setahun kemudian kami memutuskan untuk menyewa bangunan toko yang ada di pinggir jalan raya.

Kurang dari setahun kami menyewa toko, ada yang datang ke tempat kami menawarkan tanah yang lumayan luas, lokasinya tidak jauh dari bangunan toko yang kami sewa. Alhamdulillah saat itu Allah titipkan rezeki, hingga kami bisa membeli tanah itu dan kami putuskan tidak memperpanjang sewa toko yang sebentar lagi jatuh tempo. Uang yang tersisa kami gunakan untuk membangun sebuah ruko dan akhirnya sebuah “Toko Komputer” yang beberapa tahun lalu sepertinya mustahil bisa kami wujudkan bisa kami miliki. Jika Allah berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin.

Saat pengurusan surat surat tanah dan bangunan toko, aku teringat akan uang Rp.5.000,- istriku. maka dengan mantap hati, surat surat tanah dan bangunan toko komputer aku urus atas nama-kan istriku.

Beberapa tahun kemudian, Alhamdulillah kami bisa beli tanah lagi, aku bermaksud membangun gudang barang, karena di toko sudah terlalu sesak dengan barang dagangan. Tapi dengan berbagai pertimbangan, akhirnya kami membangun sebuah rumah, membangun rumah lagi yang InsyaAllah nanti akan jadi tempat usaha toko OL, rumah minimalis 2 lantai. Saat pengurusan surat surat tanah, akupun teringat kembali dengan uang Rp.5.000,- itu, dan rumah itupun sekarang atas nama istriku.

Mungkin istriku sudah lupa dengan rentetan kejadian ini, tentang uang Rp.5.000,- tentang masa masa sulit bersamaku, tapi aku tak akan pernah melupakannya. Aku sadar sepenuhnya. Toko, rumah, tanah yang aku berikan untuk istriku, tidak akan bisa menggantikan ketulusan istriku. Tapi disini aku hanya ingin selalu bisa mengingat, bahwa Allah mendengar doa doa kita, Allah wujudkan doa dan harapan kita dengan caraNya, dan Allah akan gantikan ketulusan kita dengan jumlah yang tak ternilai.

Idris A








Jumat, 18 Agustus 2017

Suasana Nonton Bareng Film Perjuangan

Dalam rangka mengenang jasa para pahlawan, Paguyuban RT-RW Desa Sekarsari Kec. Sumber Kab. Rembang, mengadakan acara "Malam Tirakatan" Pada Tanggal 16 Agustus Jam 19.30, yang bertempat di Balai Desa Lama ( terletak di RW 3)



Karnaval Kec. Sumber Kab. Rembang

Berikut foto liputan Karnaval

Senin, 14 Agustus 2017

Ini Zaman Apa ?


Kita hidup di zaman, dimana manusia begitu setia mengabdi pada harta
Kita hidup di zaman, dimana kesuksesan di ukur dari banyaknya uang yg dihasilkan
Kita hidup di zaman, dimana isi kepala di takar dari kepandaian beretorika
Kita hidup di zaman, dimana nurani bertekuk lutut di hadapan materi

NoBaR ---> Nonton Bareng Film Perjuangan

NoBaR ---> Nonton Bareng Film Perjuangan

HADIRILAH
ACARA MENYAMBUT KEMERDEKAAN
BANGSA INDONESIA
TIRAKATAN MALAM KEMERDEKAAN
Nonton Bareng
“Film-FILM Perjuangan”

Welcome to my village

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Blog ini kami dedikasikan untuk perkembangan dan kemajuan desa kami tercinta : DESA SEKARS...